Sabtu, 23 Maret 2013

Riwayat Oey Kim Tiang Atau OKT


Tak ada yang lebih terkenal didunia buku cerita silat selain OKT.

 Hampir semua penggemar dan pelaku bisnis buku cerita mengenal nama OKT sebagai penulis cerita silat, atau lebih tepatnya adalah penterjemah. Uniknya pada waktu dulu, seorang penterjemah malu-malu kucing untuk menyebut dirinya sebagai penterjemah. Mereka menyebut diri sebagai : Penyadu, Dituturkan oleh, atau Ditjeritakan Oleh.

Ayah Oey Kim Tiang adalah seorang mandor kelapa. Oey Kim Tiang mendapat pendidikan dasar di kota Tangerang. Selesai itu ia melanjutkan ke sekolah Tiong Hoa Hwe Koan (THHK), namun hanya mampu melanjutkan hingga setingkat SMP. Disekolah itu Oey Kim Tiang cilik mendapat pelajaran sejarah Tiongkok dan bahasa Mandarin.

OKT pernah bekerja sebagai wartawan pada koran Perniagaan, kemudian pindah ke koran Keng Po yang pada tahun 1923 itu baru saja berdiri. Di korang Keng Po OKT bekerja dengan penuh kesetiaan .... baru berhenti ketika koran itu berhenti terbit pada tahun 1959.

OKT dianggap telah mempopulerkan sastra Melayu Tionghoa. Keahlian OKT dalam Sastra Melayu Betawi ini juga pernah mendapat pujian dari Sutan Takdir Alisyahbana dan Ayip Rosidi.
Bukan main-main OKT diperkirakan telah menterjemahkan buku silat hingga 100 buku. Sejumlah pengarang ternama seperti Chin Yung, Liang Ie Shen, Wang Du Lu telah digarapnya menjadi karya terjemahan berbahasa Melayu Tionghoa.

Karya terjemahan OKT yang populer antara lain : Kim Tjoa Kiam (Pedang Ular Emas), Giok Lo Sat (Wanita Gagah Perkasa), Yoe Hiap Eng Hiong (Pertentangan Kaum Persilatan), Hiap Kek Heng (Kisah Para Pendekar), Su Kiam In Lu Kiu Lok (Puteri Harum dan Kaisar), Tiat Kie Gin Po, go Houw Tjong Liong dll.

Ada yang mengatakan bahwa Aulia adalah nama lain atau nama pena dari OKT. Yang benar Aulia adalah nama cucu pertama OKT. Aulia digunakan sebagai pseudoname (nama samaran) OKT jika ia melayani pesanan penerbit diluar Keng Po. Tercatat nama Aulia hanya satu kali digunakan oleh OKT, yaitu pada waktu menterjemahkan cerita yang sangat legendaris : Sia Tiauw Eng Hiong (Memanah Burung Rajawali). Selanjutnya OKT menggunakan nama Boe Beng Tjoe ketika menterjemahkan cerita sambungan Sia Tiauw Eng Hiong tersebut yaitu : Sin Tiauw Hiap Lu (Si Rajawali Sakti Dan Pasangan Pendekar). .